Om yang punya banyak nomer
Om tengah duduk di teras rumahnya sore itu, sambil ngerokok dan minum kopi.
dikeluarkannya beberapa simcard provider ternama dari dalam dompetnya. di taruhnya hati-hati di atas meja. lalu ia mengambil Handphone di saku celananya.
”Jenis kartu yang dimiliki Om, banyak yah”, ujar ponakan yang sedang bermain dan dari tadi memperhatikan Omnya.
”Apakah itu mengganggumu ponakan?” Tanya Om
”Enggak Om, hanya bertanya-tanya di saat orang lain memiliki beberapa jenis sim card biasanya GSM dan CDMA, kamu malah koleksi GSM semua Om”. Lanjut ponakan.
”Oo.. aku membutuhkannya untuk menghubungi tukang-tukangku. Karena mereka memakai kartu yang berbeda.”
”Oh ya? Kenapa harus tukang Om?” tanya ponakan, menatap Omnya bingung.
”Karena mereka yang memperbaiki aku… ” ujar Om yang asyik mengganti kartunya.
”tukang?” ujar ponakan yang mulai berfikir apakah Om yang kayak semar ini bisa berubah jadi Vin Diesel dalam The Chronicle of Riddick atau jadi Robert Pattinson dalam Twilight
“Yah banyak ponakan, misalnya tukang ledengku yang dari Arab memakai M3, Tukang Telponku yang gendeng memakai simpati, dan Tukang Rumahku yang temperamen memakai XL, dan tukang jualan rokokku yang nyentrik memakai Axis.” kata Om yang mulai mengabsen tukang-tukangnya dalam memory kepalanya.
“Wah Om hebat yah, satu nomor untuk satu tukang.” kata ponakannya terkagum-kagum..
Kok ga pake CDMA aja Om, kan bisa sekalian telp ke rumah.
”Anu… aku belum ada handphone CDMA ponakan.” kata Om malu-malu..
Dan ponakan langsung manggut-manggut tanda ga ngerti…
Yahoo Mesenger
icon : Yahoo Mesenger.
Klik-klik
Id : Tante
Password: *********
Sign in. klik
Loading……….
Available
Change status.
“I have my own power to choose my Master”
Ok. Klik
———————————————————-
Kakak di seberang lautan : Buzz!!
Tante : ya?
Kakak di seberang lautan : Adek, kamu gpp??
Tante : Aku baik-baik saja.
Kakak di seberang lautan : Oohh….. Syukurlah
———————————————————–
Om : Hmmm….
Tante : ya?
Om : Udah ada cowo baru rupanya.
Tante : heh?????!!
Om : Maaf watu itu ga jadi telfon soalnya aku ketiduran
Tante : gpp. Ga masalah buatku.
Om : Great. Farewell then…
Tante : Ok
Om Sign Out
————————————————————
Papa di Jakarta : Buzz!!
Tante : Buzz!!
Papa di Jakarta : have u choose your master darling??
Tante : yes I have…
Papa di Jakarta : Who is He?
Tante : tuhanku…
Papa di Jakarta : Good Choice darling..
Tante : Ya Papa.
Tante sign out
————————————————————–
Om yang lain????
Tante bengong.
Ditatapnya laki-laki yang kini duduk di depannya. Perawakannya, besar tubuhnya, caranya menghisap rokok yang dalam, bahkan gelang yang melingkar di tangan kanannya pun sama persis sampai ke warnanya. Sama. Sama seperti Om.
Ia berjanji untuk makan malam. Namun ia tidak menyangka bila laki-laki yang hendak ditemuinya ini adalah seseorang yang mirip dengan Om, meski lebih tampan Om, pikir tante.
Pembicaraan pun mengalun diantara mereka. Si lelaki menceritakan tentang pekerjaannya, kegiatan nya sehari-hari bahkan sampai hobbynya. Pembicaraan yang kurang menarik bagi tante. Ia hanya diam memperhatikan dan mendengarkan. Tidak lebih.
Si lelaki membuat gurauan dan tante hanya tersenyum
Tak seperti Om yang bisa membuatnya terbahak-bahak
Hingga mesem-mesem sakit perut
Tante melihat laki-laki di depannya lagi
Ia masih sibuk membicarakan dirinya sendiri
Ia terus saja makan sambil berbicara.
Tante bosan.
Hey tak bisakah lelaki di depannya ini diam dan mengunyah makanannya dengan waras?
Ia berharap dapat kabur dari sini
—————————————–
Kalau dengan Om,
Om terkadang suka sibuk dengan makanannya sendiri, sibuk dengan garpunya dan sibuk dengan sendoknya.
Kadang Om suka mengambil kameranya dan memotret makanan yang langka baginya
Sampai kadang tante bingung yang langka ini sebenarnya makanannya atau mungkin si Om itu sendiri.
Cekrek-cekrek, bunyi kamera Om.
Ikan hiu bakar dan sup ikan hiu beserta nasi lengkap dengan es teh sudah terpotret sempurna di kamera Om.
Om nyengir lalu memamerkan gambar yang menurutnya sempurna dari tata letak pengambilannya.
Dan tante tersenyum melihatnya. Tante bahagia.
Gambaran itu muncul lagi di memorynya, kejadian yang lama berlalu namun masih terpatri di otaknya.
Menyesal ia menerima tawaran lelaki ini tadi sore.. ia sungguh berharap yang ada di depannya ini adalah si Om. Om sedang apa yah sekarang, pikiran tante melayang pada Om.
——————————-
Di suatu meja makan yang lain,
Om sedang makan malam.
Keselek.
Cerita Pendek | Comment (0)kamu cantik saat bersamanya
Di suatu siang yang terik. Tante sedang bersama Ann, temannya semasa kuliah dulu. Dan tante sedang menunjukkan foto-foto di albumnya.
Tante, itu foto sapa?? Kata ann. Teman tante.
Yang mana? Tanya tante bingung. Sambil melihat foto yang dimaksud Ann.
”itu lho, foto pas kamu lagi pake baju kuning dan kamu tertawa sumringah dan disebelahmu ada cowo yang nyetir kayak supir taksi dan pake baju kuning juga.” Kata Ann nyengir.
Mengapa kamu ingin tahu? Tanya tante.
”kamu terlihat cantik bersamanya, dibandingkan dengan pria-priamu yang aku tahu dahulu.” Kata Ann.
”Kok bisa?” tanya tante heran.
——————–
Ann adalah sahabatnya sejak dulu. Dan ia tahu seluk beluk petualangan tante. Dari bersama Om ini, Om itu, Om ini lagi. Dan tante selalu menangis.
——————-
”Auramu berbeda tante, kamu terlihat bahagia saat bersamanya.” kata Ann.
Tante pun tersenyum, ” iya Ann, saat itu aku benar-benar bahagia bersamanya.”
”sekarang? Orangnya kemana?” tanya Ann penasaran.
”hmm, hanya kesalahpahaman antara kami yang tak bisa diselesaikan.” ujar tante.
”mengapa tak bisa? Bukankah semua masalah ada penyelesaiannya?”
”tidak untuk yang ini.” kata tante.
”Ooo….” kata Ann yang berharap akan pernah melihat tante bersama dengan Om.
”sudahlah Ann, aku berharap ia akan menemukan orang yang mengerti dirinya lebih daripada aku. Yuk, katanya maw belanja?” kata tante.
”iyah, yuk!”
Mereka pun tersenyum bersama. ….
———————————————————–
Om yang sedang memilih celana bersama seseorang yang bisa mengerti dirinya, tiba-tiba bersin ga karuan…
Cerita Pendek | Comment (0)kata yang haram
Aku cinta padamu
Suatu kata yang haram antara kita
Ego masing-masing dari kita terlampau besar untuk mengatakan itu.
Cinta yang hadir antara kamu dan aku
Adalah cinta yang absurd.
Yang tak terjangkau oleh dunia nyata
Dan terlampau muluk untuk dunia maya
Cinta yang statis
Cinta yang labil
Cinta yang tak tahu arah
Aku cinta kamu
Itu haram
Meski,
Kamu selalu ada saat aku membutuhkanmu
Kamu selalu hadir saat air mataku tumpah
Kamu selalu siap untukku saat aku menginginkanmu
Kamu selalu ada
Meski hanya bayanganmu yang kuraba
Kamu selalu hadir
Meski ketidak beradaan yang aku rasa
Kamu selalu siap
Meski aku menyangkalmu
Mungkinkah Om???
Ya udahlah!!! Aku capek!! Terserah kamu maunya apa!! Teriak Om di ujung telfon.
“kamu mau ngapain juga terserah kamu!!” lanjutnya lagi.
Klik. Telfon mati.
Tante menangis. Hanya karena menginginkan kejelasan dalam hubungan ini. Hubungan yang terlarang ini. Sampai kapan kita mau begini. Sampai kapan aku mencinta dan aku harus diam. Berikan statusmu padaku. Atau aku yang mengambil kesimpulan sendiri.
———————————————————————————————
”Om, kita teman kan?” tanya tante.
”….” Om diam
”Om..? kenapa diam? Kita teman kan?”
”Jangan mendesakku tante.” sahut Om
”Aku tak mendesakmu, aku bertanya Om.” ujar tante. ”maaf jika itu terdengar sebagai desakan. Aku tak bermaksud demikian.” katanya melanjutkan. ” Om, tahukah kamu mengapa aku bertanya?”
”apa?” ujar Om
”kamu tahu Om, aku mulai mencintaimu” sahut tante.
”aku tahu.” kata Om.
”dan aku ga ingin cinta ini terus tumbuh tanpa kepastian, bila nanti aku harus terbang tinggi sekali karena cinta ini, dan ketika kamu mematahkan sayapku, aku akan jatuh keras sekali. Karena itu lebih baik aku yang mematahkan sayapku sendiri, dan terluka ketika aku masih di daratan. Karena aku tak akan jatuh.” sahut tante.
”kenapa kamu memandang dunia dari segi hitam dan putih saja? Dari segi ya atau tidak. Tak tahukah kamu jika kemungkinan selalu ada? Mungkin.”
”ya Om, karena buat aku hanya ada ketegasan. Iya adalah iya dan tidak adalah tidak. 1+1=2, jika menurutmu ada kemungkinan 1+1=3, maaf di kamusku tak pernah ada yang seperti itu.”
”aku bilang mungkin.”
”kamu hanya mencoba merubah paradigmaku tentang hal itu.”
————————————————————————————
Om terdiam, terbaring di ranjangnya,
Ia gemas.
Ia geram.
Ia terluka.
Ia merem
Ia tertidur
Ngorok…
Jangan Lepaskan Aku
Tempat itu adalah tempat terhangat
yang pernah aku miliki
Tempat itu adalah tempat ternyaman
yang pernah aku rasakan
Tempat itu akan selalu aku rindukan
Berada dalam dekapanmu
Menghirup aromamu
Dan merasakan alur nafasmu
Serta degupan jantungmu
Peluklah dan dekaplah aku lebih erat lagi
Tolong jangan sekalipun kau lepaskan aku
Karena aku takut begitu aku lepas darimu
Aku tak akan pernah bisa kembali padamu
Saat ini bukan cinta yang bisa aku umbar
Hanya sayang yang merasuk jiwa
Namun bibir ini hanya bisa berucap
Aku mengasihimu
inspirasi
inspirasi datang ketika otakku mulai terusik keseimbangannya..
inspirasi datang ketika jiwaku mulai terusik kewarasannya
inspirasi datang ketika tanganku mulai terusik untuk menari
baik di atas kertas, di atas kanvas, maupun mengambang di udara.
inspirasi hanya inspirasi yang mengusik kalbu dan mendorongmu untuk menyalurkan hasratmu…
puisi | Comment (0)-Bintangku-
aku akan mengintipmu di balik cakrawala…
karena kau terlihat terang diantara bintang-bintang
aku tetap diam disini,
menatapmu.
karena kau lah sumber inspirasiku..
sosoknya selalu hadir mengganggu buaian malam-malamku
tenggelam aku dalam pesonanya
tenggelam aku dalam bayangannya..
ingin kurangkul sosok itu dan terlelap bersamanya
dalam hangatnya waktu
yang pernah berhenti antara kita.
puisi | Comment (0)Menginginkan Lelaki
Pernahkah kau mencoba mengingkari sesuatu? Meskipun kamu teramat sangat menginginkannya?
Pernahkah kamu menyangkal sesuatu meskipun hati kecilmu teramat sangat menginginkannya?
—————————-
Perempuan itu gemetar. Ia telah berdandan secantik-cantiknya malam ini. Jantungnya deg-degan. Perasaan ini terlalu dalam untuk diingkari. Namun ia tetap tegak berdiri. Dalam temaramnya lampu jalan. Di depan sebuah bangunan. Dimana lelaki dan perempuan bersliweran keluar masuk. Terkadang laki-laki melangkah masuk dan ketika ia keluar, ia menggandeng seorang wanita.l
Ia berdiri di depan parkiran. Ragu-ragu melangkah masuk. Diliriknya sepatunya yang cantik. Sepatu yang baru ia beli tadi pagi. Rok mini jeans, sudah ia kenakan dan paha indahnya menjadi tontonan ketika ia naik angkot tadi.
Kembali ia menatap bangunan yang berdiri tegak di depannya. Hanya beberapa meter saja. Hanya tinggal melangkah sedikit lagi dan membuka pintu itu.
Kembali ia bertanya dalam hatinya. Jalan inikah yang harus ia tempuh? Ia begitu menginginkan lelaki. Bukan uang. Ia begitu menginginkan lelaki.
Tidak. Ini tidak benar. Hati kecilnya berontak. Jangan lakukan ini. Kamu masih cantik. Perempuan itu memantapkan hati.
Ia berbalik.
Melangkah pergi.
——————————–
Di depan bangunan tersebut, tertulis papan nama.
BIRO JODOH
Cerita Pendek | Comments (4)